Seklumit Cerita tentang PKM



Cerita Kenangan Dibalik PKM

Dari awal pertama membuat judul PKM-M ini kami kebingungan karena harus ada permasalahan. Setelah kami pikir-pikir, aksara jawalah  yang menurut kami sulit untuk dipelajari dan dipahami, apalagi anak SD. Banyak hal yang sudah kami pikirkan untuk masalah ini, lalu muncullah penyelesaiannya, yaitu membuat media inset dan media papan pasir untuk diterapkan kepada anak SD. Dari hal tersebut muncullah judul “BASIK JA KLASIK” yang merupakan akronim “Belajar Asik Aksara Jawa Dengan Metode Klasik di SD Winongo”.  Proposal segera kami selesaikan dalam waktu yang tidak lama yaitu dari pukul 16.00 WIB sampai 23.30 WIB pada hari yang sama di kampus Universitas Sanata Dharma, tidak lama bukan?
Kami memilih SD Winongo Manulife yang terletak di JL. Bantul Km 5 Winongo (Tirtonirmolo), Kasihan, Bantul sebagai masyarakat sasaran untuk program PKM-M ini. Setelah itu kami kebingungan untuk mencari tempat pemesanan media. Kesana-kemari kami mencari info lokasi yang bisa membuat media inset dan media papan pasir. Salah satu anggota kelompok kami mendapatkan info dari ayahnya bahwa di Klaten, tepatnya di Pedan banyak sekali industri pembuatan media pembelajaran. Kami mendatangi tempat tersebut dan mencari pembuat media yang bisa membantu kami untuk membuat papan inset dan papan pasir. Sayangnya, kami hanya dapat memesan pembuatan papan inset aksara jawa karena harga papan pasirnya kami rasa terlalu mahal.
Hari-hari berikutnya kami mendapatkan info lagi bahwa ada pemesanan media papan pasir yang lebih pas dengan anggaran di Jogonalan, Klaten. Kami mendatangi tempat tersebut dan melakukan tanya jawab mengenai pembuatan media papan pasir. Beberapa hal kami tanyakan, diantaranya mengenai harga per media, kesanggupan pembuat media menyelesaikan media tersebut, warna media, dan lain-lain. Selanjutnya, kami memberitahukan kepada pihak sekolah bahwa akan ada pre-test. Saat pre-test pun siswa tidak mau mengerjakan soal karena sudah lelah. Oleh karena itu, kami memberikan motivasi dan semangat.
Beberapa minggu kemudian media papan inset telah selesai dibuat dan kami pun segera mengambilnya. Pada saat mengambil media kami kesulitan karena sudah malam, jalan banyak berlubang, dan banyak kendaraan yang membawa muatan berat.
Hari selanjutnya kami mengenalkan papan inset aksara jawa pada kelas 3 dan 4. Banyak sekali tantangan yang kami hadapi, antara lain siswa yang berebut media, tidak mau bergantian, dan ada yang tidak disiplin saat menggunakan media. Kami juga memberikan latihan soal sebelum jam mengajar berakhir untuk memantau setiap perkembangan siswa dalam menulis dan memahami aksara jawa. Tantangan yang kami alami hari itu adalah semua siswa tidak dapat berkonsentrasi karena ada kampanye parpol dan siswa meminta untuk segera pulang. Sungguh itu semua membuat kami bingung, tapi kami berusaha tenang dan memotivasi siswa.
Selanjutnya kami mendapat kabar bahwa media papan pasir telah selesai dibuat. Lagi-lagi kami mengalami kesulitan untuk membawa media papan pasir karena lokasi SD yang terlalu jauh dan kondisi cuaca yang kurang menguntungkan. Namun, kami tetap berusaha sebisa mungkin untuk berjuang sampai di tempat tujuan.
Pengajaran dengan media papan pasir dilaksanakan sebanyak 3 kali dan yang terjadi adalah siswa saling berebut menggunakan papan pasir karena keterbatasan ruang dan stop kontak membuat 15 media papan pasir tidak bisa digunakan seluruhnya. Untuk mengatasi hal tersebut, kami mengatur agar siswa bergantian dalam menggunakan media papan pasir agar semua siswa bisa merasakan dan ikut ambil bagian dalam menggunakan media tersebut.
Setelah kebingungan itu kami selesaikan, datang lagi kebingungan yang lain yaitu membuat laporan kemajuan dan ppt untuk monev dan kami segera berkonsultasi dengan dosen pembimbing kami sehingga kami bisa mengatasi kebingungan kami dan menyelesaikan laporan kemajuan dan ppt untuk monev internal yang pertama.
Banyak kekurangan yang masih terjadi dalam kelompok kami pada saat monev internal pertama, dan kamipun berusaha untuk terus memperbaikinya agar laporan yang kami buat lebih baik lagi dan dapat dipresentasikan dengan baik pula sampai monev dari DIKTI, sambil terus berjuang dalam menyelesaikan program PKM-M kami di SD Winongo Manulife.

Tentang Kami

Halo teman-teman.....Kami merupakan Tim PKM-M yang beranggotakan 5 orang antara lain: Ririn Prasetyawati, Ratna Sari, Luky Erningtyas, Yohana Puji Asri, dan Fransisca Nova Y.B.T. Dosen pendamping kami yaitu Pak Galih Kusumo, S.Pd., M.Pd. Judul PKM-M kami yaitu BASIK JA KLASIK DI SD WINONGO (Belajar Asik Aksara Jawa Dengan Metode Klasik di SD Winongo).